Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan (FHIP) Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) sukses menyelenggarakan kegiatan Humanities and Education for Leadership and Organization (HELO) 2026. Perhelatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 23-24 Januari 2026, ini bertempat di Aula Paroki St. Petrus Palembang. Mengusung tema besar “Leadership with Integrity”, kegiatan ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi para aktivis muda yang baru saja bergabung dalam struktur organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan fakultas.

Kegiatan HELO 2026 hadir sebagai manifestasi komitmen fakultas dalam mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dengan kecakapan manajerial. Tujuan utama dari agenda tahunan ini adalah untuk menanamkan fondasi kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga berpijak kuat pada prinsip moral dan etika. Melalui rangkaian sesi edukatif dan reflektif, para peserta diarahkan untuk memahami bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang pelayanan yang transparan dan konsistensi antara perkataan dengan perbuatan di tengah dinamika kampus yang terus berkembang.

Peserta yang memadati Aula St. Petrus terdiri dari para pengurus baru dari empat pilar ormawa FHIP, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FHIP, Himpunan Mahasiswa Program Studi Guru Sekolah Dasar (HIMPGUSEDAS), Musi Charitas English Education Student Association (MCEESA), dan Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI). Kolaborasi lintas program studi ini bertujuan untuk membangun sinergi dan solidaritas antar-himpunan, sehingga tercipta iklim organisasi yang harmonis dan inklusif dalam mendukung visi besar Universitas Katolik Musi Charitas. Pada kegiatan ini pula, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dari masing-masing ormawa di sosialisasikan, dikritisi, dan disahkan dengan melibatkan seluruh pendamping ormawa,.

Singgih, selaku Ketua Panitia HELO 2026 yang juga menjabat sebagai Ketua BEM FHIP periode 2025-2026, menyampaikan pesan mengenai urgensi integritas dalam kepemimpinan mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa jabatan dalam organisasi adalah amanah yang menuntut tanggung jawab moral tinggi. “Kita tidak hanya sedang belajar cara mengelola acara atau organisasi, melainkan sedang membentuk karakter. Integritas adalah mata uang yang berlaku di mana saja; tanpa itu, kepemimpinan kita akan kehilangan arah dan kepercayaan,” ujar Singgih dengan penuh semangat.

Menutup rangkaian kegiatan, HELO 2026 diharapkan mampu mencetak kader-kader pemimpin yang siap membawa perubahan positif di lingkungan FHIP UKMC. Dengan bekal pengetahuan dan penajaman karakter yang telah diterima selama dua hari tersebut, para anggota baru ormawa kini siap mengemban tugas dengan semangat baru. Semangat “Leadership with Integrity” diharapkan tidak hanya menjadi slogan di atas kertas, tetapi mewujud dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh para pemimpin muda ini di masa depan.